Berlin, - Hampir 1.500 lukisan yang tak ternilai harganya, termasuk sejumlah karya
Picasso dan Matisse, yang dulu dicuri Nazi telah ditemukan di sebuah
flat di Munich, lapor sebuah media negara itu Minggu (3/11).
Mingguan Jerman, Focus,
mengatakan, polisi mengetahui keberadaan lukisan-lukisan itu dalam
sebuah penyelidikan tahun 2011 di sebuah apartemen milik seorang putra
kolektor benda seni Hildebrand Gurlitt yang sudah berusia delapan puluh
tahun, yang membeli lukisan-lukisan itu tahun 1930-an dan 1940-an.
Penyelidikan dilakukan karena Cornelius Gurlitt, anak Hildebrand Gurlitt
itu, dicurigai terkait penggelapan pajak, lapor Focus.
Laporan
tersebut mengatakan, karya-karya itu diperkirakan bernilai sekitar 1,3
miliar dollar AS (atau Rp 14,4 triliun) di pasaran saat ini.
Karya-karya
seni tersebut tersembunyi di tengah sejumlah stoples selai tua dan
sampah di sejumlah kamar gelap di apartemen Gurlitt di kota di Jerman
selatan itu selama lebih dari setengah abad, lapora majalah itu.
Gurlitt, seorang pertapa tanpa pekerjaan, telah menjual beberapa selama
bertahun-tahun dan hidup dari hasil penjualan itu, lapor Focus.
Ayahnya,
walau bernenek seorang Yahudi, telah menjadi andalan para pejabat Nazi
karena keahliannya di bidang seni dan jaringannya yang luas. Menteri
propaganda Hitler, Joseph Goebbels, menugaskan Gurlitt untuk mengekspor
karya seni, yang partai Nazi anggap "merosot" nilainya.
Koleksi
itu mencakup banyak karya para master abad ke-20, di antaranya karya
pelukis Jerman Emil Nolde, Franz Marc, Max Beckmann dan Max Liebermann.
Di antara lukisan yang ditemukan itu, salah satunya adalah karya Henri
Matisse yang dulu milik seorang kolektor Yahudi Paul Rosenberg.
Rosenberg, yang melarikan diri dari Paris dan meninggalkan koleksinya,
adalah kakek dari Anne Sinclair, mantan istri politisi Perancis yang
terlibat skandal seks, Dominique Strauss-Kahn.
Para penyidik di
kota Augsburg di Jermaan selatan, yang dikabarkan menangani kasus itu,
menolak untuk mengomentari berita tersebut, lapor kantor berita Jerman DPA.
Lukisan-lukisan tersebut disimpan dengan aman di sebuah gudang pabean di luar Munich, kata Focus.
Nazi
secara besar-besaran menjarah karya seni di Jerman dan di seluruh Eropa
sebelum dan selama Perang Dunia II. Mereka menyita banyak karya seni
dari orang-orang Yahudi atau memaksa mereka untuk menjual karyanya
dengan harga murah.
Antara tahun 1940 dan 1944, pasukan Jerman
menyita sekitar 100.000 lukisan, karya seni, permadani dan barang antik
dari rumah-rumah orang Yahudi di Perancis, melucuti hak-hak mereka
berdasarkan undang-undang rasial yang diberlakukan pemerintah
kolaborator. Ribuan karya seni curian tersebut sejak itu telah kembali
ke pemiliknya atau keturunan mereka, tetapi lebih banyak lagi yang tidak
pernah muncul lagi.
Tahun 2007, seorang ahli Jerman yang menerbitkan buku tentang karya seni yang dijarah, memperkirakan bahwa ada ribuan masterpieces
dan puluhan ribu karya yang lebih rendah yang belum dikembalikan ke
para pemiliknya yang sah. Minggu lalu, sebuah investigasi oleh museum
Belanda mengungkapkan bahwa 139 karya seni mereka, termasuk sebuah
karyara Matisse dan dua lukisan Kandinsky, mungkin telah dicuri Nazi.
Home »
Internasional
» Jerman Temukan 1.500 "Masterpieces" Jarahan Nazi Bernilai Rp 14,4 Triliun
Jerman Temukan 1.500 "Masterpieces" Jarahan Nazi Bernilai Rp 14,4 Triliun
Written By baranews on Minggu, 03 November 2013 | 16.12
Label:
Internasional


Posting Komentar